Senin, Oktober 24, 2011

Ego VS Hati

Yah kemarin-kemarin saya mampu tersenyum di atas perih saya sendiri..
Kemarin-kemarin saya bisa berakting berbesar hati saat kamu bercerita tentang dia dan semua tentang dia...

Tapi kali ini sepertinya tidak bisa lagi... Saya mulai tak mampu lagi berakting seperti ini... Berusaha tersenyum namun hati saya menangis.. Berusaha bahagia namun saya terpuruk.. Berusaha riang namun saya sedih...

Mengeluh sebenarnya tak akan menyelesaikan masalah apapun. Namun buat saya itu melegakan walau hanya untuk sesaat.. Tapi ya itu lah saya, pasti pada akhirnya akan memikirkannya kembali.. Berulang kali hingga saya menemukan pemahaman sendiri atas pemikiran saya....

Yah ketika saya mulai merasa di asingkan dari kehidupanmu saya mulai mencari sesuatu yang menjadi kesalahanmu, kemudian menangisinya karena kebodohan diri saya sendiri... Setalah itu marah-marah ke kamu karena sesuatu yang nggak tau kejelasannya... Maafkan saya.. Saya hanya tak tau harus bagaimana lagi menghadapi segala ini yang berkaitan dengan dirimu dan dirinya...

Ketika merasa terpuruk, maka jadilah saya akan tak mau berharap lagi. Seorang sahabat saya tiba-tiba mengirimkan pesan singkat melalui BBM-nya yang mengatakan bahwa "Hope is a good thing". Intinya dy meyakinkan saya bahwa harapan adalah sesuatu yang baik dalam kehidupan seseorang.. Karena dengan berharap sama dengan kita berdo'a dan dekat dengan-Nya.. Yah intinya dy memberikan semangat kepada saya untuk tetap berharap..Terima kasih ^^..

Ketika bosan, maka TV lah sebagai pelarian saya..Mario Teguh The Golden Ways mengangkat topik "Cinta end lagi..end lagi.." yah mendengarkan dengan seksama dengan baik dan benar... Dan saya mulai menyadari bahwa apa yang saya lakukan telah salah.. Apa yang saya perbuat adalah kesalahan.. Mencintai itu bukan dengan menyiksa hati seseorang.. Mencintai itu menggunakan hati bukan pikiran.. Jika Mencintai tapi hanya menyakitkan maka itu bukanlah cinta yang sebenarnya..

DAN MUNCULAH RASA BERSALAH ITU... Entah apa yang saya pikirkan saat saya marah dengannya karena dy pergi dengan kekasihnya.. Yang saya sadari adalah saya bersalah karna seharusnya saya tak melakukannya. Itu adalah haknya dan pacarnya juga punya hak atas dirinya. Resiko ini sudah bisa saya terima di awal, tapi kenapa sekarang jadi gini ya.. Okey..it's my mistake.. Let's call him.. Dan nggak di angkat..Sms cuma bilang " I just wanna say sorry". Dan akhirnya ketemulah lewat telpon.. Yah saya bersalah dan saya harus meminta maaf..Dan ternyata dy memahami..Dy tengah berusaha untuk memahami, mengerti dan berusaha untuk tidak menyakiti saya.. Saya sangat berterima kasih kepadanya.. Karena di balik keraguannya, dy masih berusaha untuk memahami saya dan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak menyakiti saya... Terima kasih....^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar